Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • cungss 12:47 am on October 9, 2010 Permalink | Reply  

    bhopal workshop january 2011 

    > BHOPAL2011
    > Requiem & Revitalization
    > International Students’ Workshop and Symposium, Bhopal,
    > India
    > January 23 – February 04, 2011
    >
    > In January 2011, School of Planning & Architecture, New
    > Delhi, modern Asian Architecture Network (mAAN), India and
    > The International Committee for Conservation of Industrial
    > Heritage (TICCIH) India will host an international workshop
    > and symposium in Bhopal.
    >
    > Bhopal is known the world over as the city that witnessed
    > the Union Carbide Gas Tragedy in 1984 and continues to
    > struggle with the fallout of this disaster. The significance
    > of the disaster however, extends beyond Bhopal. The factory
    > site of the disaster, now an urban void in a dense
    > neighbourhood of Bhopal lies abandoned and the stories that
    > it contains, lie untold. Over the course of two weeks in
    > January-February 2011 students and experts from multiple
    > disciplines and backgrounds will converge in Bhopal and work
    > together with local citizens in an attempt to understand the
    > tragedy and its site in its conflicting interpretations.
    > Through exploring the possible transformation of the site
    > into a place of remembrance and a resource for empowering
    > the local community the participants will also address the
    > broader issue of how heritage sites with a troubled and
    > troubling legacy can contribute to a better understanding of
    > our times.
    >
    > The conflict that ‘Bhopal’ embodies presents an opportunity
    > to generate templates and approaches with which the various
    > conflicts and challenges of the site can be negotiated. This
    > can contribute to our greater understanding of issues
    > relating to sites with marginalised and conflicting historic
    > narratives. Bhopal’s tragedy has bequeathed it a legacy that
    > is of enormous significance to the global discourse on
    > balancing development with equity and ecology. The world
    > over, but especially in Western Europe and North America
    > regeneration through conservation has become a means of
    > revitalizing local economies and maintaining the social
    > fabric of communities hard hit by globalisation. Bhopal2011
    > looks at the possible protection, decontamination and
    > rehabilitation of Union Carbide Factory as potential to
    > revitalize the precinct and the community around the site
    > and explores the possible approaches and mechanisms to do
    > so. In exploring key issues linked to the emergence of the
    > Bhopal Gas Tragedy Site as a cultural heritage site,
    > Bhopal2011 sets the ground for an collaborative and creative
    > dialogue between disciplines of cultural heritage,
    > architecture, urban design and applied arts.
    >
    > Within a collaborative framework the conference and the
    > workshop will explore three main themes:
    >
    > 1.Challenges in Recognizing Contemporary Sites with a
    > Conflicting Past as Heritage
    > 2.Challenges in Interpreting and Rehabilitating Sites with
    > Contemporary and Conflicting Heritage
    > 3.Challenges in Harnessing Sites with Contemporary and
    > Conflicting Heritage for Society Building
    >
    > During the Workshop (23 Jan-01 Feb 2011) 50 international
    > students will be organized different units, each unit led by
    > noted professionals & academics in the field of
    > architecture, urban design, conservation, heritage
    > management and urban studies. Students will primarily be
    > from architecture, urban design, applied arts, conservation,
    > archeology, history and heritage management backgrounds. The
    > workshop will have guest lectures by experts and a mid-term
    > review. At the end of the workshop units are to present
    > their proposals in medium of their choice. Infrastructure in
    > terms of studio space, fixed amount of basic stationery,
    > internet and printing facilities will be provided for the
    > students. This format has been very successful in the
    > previous mAAN Workshops in Asia; Shanghai (2004) Medan
    > (2005) Padang (2009) Singapore (2010). Further information
    > is available at http://www.bhopal2011.in. Last date for
    > registration is December 1, 2010.
    >
    > The Call for Papers & Posters for the Symposium (02-04
    > Feb 2011) at Bhopal2011 is now open. The symposium will
    > examine the Bhopal Gas Tragedy as a metaphor, a
    > representative of the problems facing our cities today. It
    > will discuss issues arising out of the Bhopal Gas Tragedy
    > that concern cities across the world. Papers are invited for
    > the following (but not limited to) themes and proposals for
    > organizing sessions are welcome.
    >
    > 1. Commemoration & the Politics of Construction of
    > Public Memory
    > 2. Public Participation in Revitalization of Sites of
    > Memory
    > 3. Challenges in Rehabilitating Landscapes of Disaster
    > 4. Protection, Preservation and Interpretation of Sites of
    > Conscience
    > 5. Heritage, environment and economy – Conflicts and
    > Resolutions
    > 6. Gaps in the World Heritage list. Industrial & Modern
    > Heritage of Asia, Africa and Latin America
    >
    > The last date of submission of abstracts is November 15,
    > 2010.
    >
    > Post conference tours (4 Days and 3 Nights) to
    > Agra-Jaipur-Delhi and Mumbai are available for a limited
    > number of participants. The tours will focus on sites of
    > history and issues of development facing these remarkable
    > cities.
    >
    > Questions may be directed at info@bhopal2011.in <mailto:info@bhopal2011.in >
    >
    > We look forward to seeing you in Bhopal next year!
    >
    > On behalf of the Organising Committee
    > Moulshri JOSHI
    > Assistant Professor
    > Department of Architecture
    > School of Planning & Architecture
    > New Delhi

     
  • cungss 12:42 pm on October 24, 2009 Permalink | Reply  

    Terms of Reference (ToR)
    Pekerjaan Arsitektur dan Struktural Perencanaan Revitalisasi Indarung 1, Tahap 1 (Oktober 2009 – Maret 2010)
    Diusulkan oleh tim mAAN kepada PT Semen Padang, ditulis oleh Setiadi Sopandi
    Disusun 22 Oktober 2009

    Catatan:
    TOR ini (bila disetujui dan disahkan pihak PT Semen Padang) akan berlaku sebagai penugasan, landasan kerja, dan ketentuan bagi konsultan arsitek, konsultan struktur, dan kontraktor pelaksana yang ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan ini.

    1.
    Pekerjaan renovasi dan revitalisasi Indarung 1 tahap 1 ini terkait erat dengan rencana perayaan 100 Tahun Semen Padang, yang akan jatuh pada tanggal 18 Maret 2010. Mengingat tenggat waktu yang dekat dan situasi Kota Padang (dan Sumatera Barat) terkini, maka pekerjaan renovasi dan revitalisasi Indarung 1 menitikberatkan pada kelaikan struktural dan fasilitas penunjang demi terlaksananya acara Maret 2010. Berbagai hal yang sifatnya tidak mendesak dan dapat menunggu (dan bertahap) akan dilakukan setelah Maret 2010. Prinsip dari perencanaan tahap 1 ini adalah untuk mendukung suksesnya acara perayaan 100 Tahun Semen Padang.

    2.
    Menimbang butir 1, kami mengusulkan untuk membatasi area perencanaan dan pekerjaan renovasi hanya pada beberapa titik, antara lain:
     Akses masuk ke gallery dan plaza
     Ruang/ gedung gallery
     Area parkir/ lahan terbuka di sebelah dan depan gallery
     Plaza (area terbuka di tengah Indarung 1)
     Akses antara plaza dan gallery
    Pekerjaan penataan di luar area-area di atas dipertimbangkan apabila terkait erat dengan operasional area-area di atas pada saat Perayaan 100 Tahun Semen Padang, Maret 2010. Gambar situasi titik-titik perencanaan terlampir.

    3.
    Aspek yang dipersyaratkan sebelum memulai pekerjaan perencanaan dan renovasi adalah menganalisa kelayakan struktur pada area-area yang disebutkan pada butir 2. Pihak mAAN maupun PTSP menyediakan gambar terukur/ terbangun (as-built drawing) pada area-area yang direncanakan, namun tidak menjamin keakuratan gambar-gambar tersebut. Konsultan yang ditunjuk harus memeriksa sendiri keakuratan gambar-gambar eksisting yang diberikan.

    4.
    Prinsip perencanaan renovasi dan penambahan fasilitas pada area-area yang ditentukan adalah:
     Tidak mengubah keaslian fasilitas pabrik lama (Indarung 1), baik secara ruang, bentuk, maupun tampilan tekstur/ material.
     Tidak mengubah bentuk-bentuk bangunan secara prinsipil, pembangunan atau pengurangan bagian hanya bersifat tambahan. Tidak diperkenankan mengubah struktur utama bangunan/ area yang dirancang apabila secara analisa struktural bangunan masih dinyatakan layak untuk dipergunakan.
     Usulan perencanaan harus dapat dilaksanakan secara fisik selesai sebelum Maret 2010.
     Anggaran renovasi dan pembangunan tidak melebihi …
     Perencanaan disesuaikan dengan agenda/ tema Perayaan 100 Tahun Semen Padang. Agenda/ tema Perayaan 100 Tahun Semen Padang ditentukan oleh panitia.

    5.
    Program, fasilitas, dan kegiatan yang diharapkan akan ditampung dalam bangunan gallery
     Selain sebagai fasilitas penunjang acara Perayaan 100 Tahun Semen Padang, bangunan gallery juga harus dapat menampung kegiatan temporer seperti: pameran seni rupa, pameran foto/ arsitektur, pertemuan, resepsi/ jamuan formal (prasmanan maupun jamuan di atas meja), pertunjukan musik/ tarian, seminar. Kapasitas diperkirakan untuk dapat menampung 300 orang.
     Menyediakan sebuah ruang sekretariat panitia revitalisasi sekaligus sebagai ruang rapat serba guna (kapasitas untuk 4-5 orang) ditambah sebuah gudang peralatan (penyimpanan sementara untuk arsip, peralatan kantor/ kerja segala kegiatan yang berhubungan dengan Indarung 1).
     WC umum; disediakan sesuai kapasitas. Selayaknya juga memiliki fasiltas WC bagi penyandang cacat. Fasilitas WC umum harus memiliki kesan moderen dan bersih, serta mudah dirawat. Sedapat mungkin menerapkan standar sanitasi yang tinggi dan dapat mudah diakses (dan terlihat) dari dalam bangunan maupun dari luar bangunan (karena digunakan sebagai bagian dari fasilitas plaza Indarung 1). Perencana juga harus menentukan skema utilitas pendukung WC.
     Pemanfaatan lahan di sebelah gallery, diharapkan dapat ditata sebagai parkir atau taman (atau lebih baik sekaligus kedua-duanya). Rancangan lahan harus diintegrasikan dengan keberadaan gallery dan pabrik/ plaza Indarung 1.

    6.
    Beberapa ketentuan/ masalah teknis yang merupakan bagian penting yang harus diperhatikan dari perencanaan:
     Penerangan umum dan khusus dari area pintu masuk kawasan, plaza, dan gallery (berfungsi sebagai penerangan fungsional umum dan atraksi visual pada pabrik Indarung 1), perencanaan penerangan harus mencakup posisi dan spesifikasi titik lampu (kapasitas, jenis dan warna lampu serta spesifikasi armatur). Secara khusus harus diperhitungkan bahwa penerangan harus mengantisipasi area-area perencanaan (antara lain: pandangan pengunjung dari gallery ke arah pabrik/ plaza maupun sebaliknya, pandangan pengunjung dari arah luar kawasan ke Indarung 1, dan lain-lain). Perencanaan penerangan permanen harus dikoordinasikan dengan perencanaan penerangan temporer Perayaan 100 Tahun Semen Padang.
     Perencanaan penerangan harus juga meliputi skema elektrikal dan penentuan posisi dan rancangan ruang kontrol/ panel elektrikal.
     Masalah atap gallery: bila hujan berisik, panas, dan tempias (di bagian dinding yang terbuka). Lebih disukai apabila gallery tidak menggunakan pendingin ruangan.
     Lahan parkir di kala hujan lebat dapat tergenang air hingga masuk ke dalam gallery. Perencanaan drainase yang baik harus dilakukan di area sekitar gallery.
     Keberadaan komponen mesin-mesin tua dan got-got saluran di dalam gallery harus ditata ulang sehingga menjadi atribut permanent (tidak dapat dipindahkan) dan menjadi elemen integral dalam gallery.
     Perencanaan harus menyatakan sikap lewat usulan rancangan terhadap keberadaan 2 ketinggian lantai yang berbeda di dalam gallery.
     Perancangan signage dan panduan (dan penempatannya) menuju fasilitas ‘Museum’ (keseluruhan kompleks dan tempat-tempat spesifik di Indarung 1).
     Perencanaan pintu masuk dan penampilan luar gallery.

     
  • cungss 1:26 am on October 23, 2009 Permalink | Reply  

    Draft: Summary of Workshop Results

    Sorry friends, this draft is written in Indonesian. This note is the technical summary and recommendations from our workshop to PT Semen Padang on how to develop the factory as a museum and a cultural center/ a center for public activities just like we planned. But the thing is that these recommendations and plans were drafted before the mighty earthquake hit West Sumatera. Even though that the factory is not heavily damaged, but I think we should now think broader on what’s best to recommend to the factory. As the part of our obligation to PT Semen Padang, I am still working on the summary of the design/ workshop results to be formally submitted to the company. But I suggest that we begin to discuss about the possibilities of impact and linkage between our previous plans and the aftermath of the quake. I think we will rely Eko Alvares’ report on the situation and the coordinations our friends had done in Padang before we can connect and collect efforts.

    mAAN Design Workshop: The Great Padang Cement Factory Revitalization Workshop 2009
    Rangkuman Pasca Workshop

    Dikompilasi oleh: Setiadi Sopandi, Ketua Panitia mAAN Design Workshop 2009, 19 Oktober 2009
    ===

    Daftar Isi
    I.
    Rekomendasi Pasca-Workshop untuk PT Semen Padang dalam Rangka Revitalisasi Indarung 1 (30 September 2009)
    II.
    Rekomendasi teknis tambahan pasca 31 September 2009
    III.
    Penjelasan khusus mengenai hasil-hasil mAAN Design Workshop 2009
    Proposal Unit 1
    Proposal Unit 2
    Proposal Unit 3
    Proposal Unit 4
    Proposal Unit 5
    Proposal Unit 6
    Proposal Unit 7
    Proposal Unit 8
    Proposal Unit 9
    IV.
    Rangkuman teknis umum mengenai hasil-hasil mAAN Design Workshop 2009

    I.

    Rekomendasi Pasca-Workshop untuk PT Semen Padang dalam Rangka Revitalisasi Indarung 1
    Post-Workshop Recommendation for PT SP about Indarung 1 Revitalization Initiative
    1.
    mAAN memohon PTSP untuk menyelesaikan duduk persoalan proyek rancangan museum terdahulu yang ditangani oleh PT. Wiratman & Associates untuk menghindari pelanggaran kode etik professional.
    mAAN recommends PTSP to clarify the previous museum design project between PT Wiratman & Associates with PTSP to avoid violation of professional code of ethics.
    2.
    mAAN merekomendasikan PTSP untuk segera menyusun dan mensahkan kepanitiaan yang akan bekerja menyusun rencana kerja upaya revitalisasi Indarung 1. Kepanitiaan sebaiknya dibentuk dalam penugasan yang jelas, spesifik dan kontrak kerja perorangan yang professional.
    mAAN recommends PTSP to establish and to appoint a special committee who will compose the plans of indarung 1 revitalization works. The committee should be appointed with a clear, specific, and professional individual engagements/ contracts.
    2.A.
    Kepanitiaan yang dibentuk akan bekerja sampai dengan Maret 2010 dengan tugas utama untuk membentuk program kerja jangka panjang dan legalitas perangkat kerja.
    The committee will work until March 2010 with its main task to establish long-term programs and legal working standings.
    2.B.
    Kepanitiaan yang dibentuk merekomendasikan upaya-upaya strategis yang harus dilakukan dan bekerja sama dengan pihak professional yang ditunjuk untuk perayaan 100 Tahun PT Semen Padang pada Maret 2010.
    The committee will recommend strategic efforts should be made and coordinate with the appointed professionals for the centennial commemoration of the factory.
    3.
    Indarung 1 akan diarahkan menjadi sebuah pusat kesenian dan kebudayaan baru di Sumatera Barat. Untuk itu penting untuk menekankan pengertian kepada pihak PTSP bahwa usaha revitalisasi Indarung 1 bukan merupakan kegiatan renovasi dan pekerjaan fisik sementara semata. Tetapi merupakan usaha berkelanjutan yang membutuhkan dukungan dan perhatian yang berkelanjutan dari pihak PTSP sebagai pembina fasilitas tersebut.
    Indarung 1 is projected to be a new arts and cultural center in West Sumatera. Therefore it is important to stress that Indarung 1 Revitalization is not simply a renovation and temporary physical restoration. But it is also a continuous effort that needs continuous support and attention from PTSP as the owner of the facility.
    4.
    Berdasarkan butir 3, mAAN merekomendasikan PTSP untuk membentuk/ menugaskan sebuah badan hukum yang akan mengambil tanggung jawab mandiri sebagai pengelola kawasan Indarung 1 untuk jangka panjang. Misalnya sebuah yayasan atau sebuah anak perusahaan.
    Based on the 3rd point, mAAN recommends PTSP to establish/ to appoint a legal body who will manage the Indarung 1 site development for the long run. For example; to set up a foundation (non-profit body) or an independent company (private limited).
    5.
    mAAN merekomendasikan agar PTSP agar sedapat mungkin senantiasa menggunakan Indarung 1 sebagai tempat untuk menyelenggarakan acara-acara seremonial maupun umum/ sosial, untuk mempromosikan Indarung 1 sebagai sebuah pusat kegiatan sosial budaya baru.
    mAAN recommends PTSP to regularly use the old factory site for any ceremonial and public/ social events, to promote Indarung 1 as a new center for social cultural activities.
    6.
    mAAN akan memberikan kesimpulan umum yang diambil dari 9 proposal hasil workshop. Kesimpulan umum tersebut akan berfungsi sebagai anjuran bagi berbagai keputusan yang akan diambil pada langkah-langkah selanjutnya.
    mAAN will release a general summary taken from the 9 proposals produced by the workshop. The general summary will function as a recommendation for all decisions to be made in the future.

    Penjelasan khusus mengenai hasil-hasil mAAN Design Workshop 2009

    Unit 1: Tsuto Sakamoto

    Proposal Unit 1 mengusulkan 7 titik dalam Indarung 1 dikembangkan sebagai pusat atraksi yang dihubungkan dalam rangkaian sirkulasi kawasan. Titik-titik tersebut adalah antara lain:
    1. Gerbang masuk utama (di bagian paling utara)
    2. Kolam pancing (di bagian barat, tepat lahan terbuka tempat jalur pasokan air)
    3. Museum (kawasan pabrik tua)
    4. Plasa/ pelataran utama (lapangan terbuka di tengah pabrik tua)
    5. Kebun/ area cocok tanam (farm land, di kawasan parkir sebelah gallery)
    6. Kebun obat/ bumbu (herb garden, di sudut paling selatan)
    7. Area aktivitas olah raga (di kawasan terbuka paling selatan, yang menghadap ke Kota Padang)
    Usulan Unit 1 terhadap konsep museum semen adalah (1) melestarikan bagian pabrik tua dan merehabilitasi (memperbaiki dan membuat baru) akses orang ke dalam kawasan pabrik tanpa merubah atau mengembalikan kondisi awal pabrik, (2) mengembangkan 2 ruang ’terbuka’ dalam pabrik tua sebagai ’secret garden’, (3) merekomendasikan pembuatan galeri/ jalur sirkulasi di atas 2 buah kiln utama sebagai ’viewing gallery’.
    Jadi ’museum’ Indarung 1, menurut Unit 1, tidak akan hanya berupa sebuah museum konvensional namun juga merupakan sebuah museum terbuka berupa sebuah pabrik bersejarah yang dipertahankan. Namun pabrik tua tersebut tidak seutuhnya harus dipertahankan seperti apa adanya, namun diperbolehkan untuk dikembangkan. Secret garden yang dimaksud adalah berupa pengembangan ruang dalam pabrik yang cukup besar untuk ditanami dengan tanaman-tanaman hias maupun sayur, yang berguna sebagai tempat bersantai, duduk-duduk sekaligus juga sebagai atraksi visual. Sehingga, selain sebuah tempat yang didedikasikan untuk menyebarkan informasi mengenai semen dan sejarah produksi semen, proposal Unit 1 ini juga sangat tepat diterapkan apabila Indarung 1 akan dikembangkan lebih jauh untuk dapat berperan sebagai sebuah pusat informasi dan promosi (bahkan penelitian) pengembangan agroindustri. Bentuk-bentuk program yang dapat dikembangkan, antara lain: nursery (tempat pembibitan dan penjualan tanaman), kebun percobaan, kebun produksi, dan lain-lain.

    Unit 2: Adi Purnomo

    Proposal Unit 2 dititikberatkan pada penataan keberadaan dan alur air yang berada di Indarung 1. Prinsip utama proposal Unit 2 adalah memanfaatkan keberadaan air untuk mengembalikan vitalitas kawasan dengan berbagai macam bentuk dan potensinya: pembatas antar ruang, jalur air sebagai pengarah, kolam pantul, sebagai elemen ruang (water bodies), maupun memasok kebutuhan air untuk vegetasi lansekap. Hal ini juga didukung fakta bahwa tata air yang berada di Indarung 1 saat ini justru mengancam keberadaan pabrik tua itu karena mengakibatkan erosi dan korosi pada struktur fisik pabrik.
    Secara keseluruhan, Unit 2 mengusulkan beberapa hal, antara lain:
    1. Menjadikan bagian utara lahan (diantara bekas tempat pemandian dan gudang/ gallery) sebagai kawasan parkir dan gerbang masuk
    2. Mengaktifkan kembali kolam renang dan ’club house’ di bagian utara/ paling tinggi kawasan
    3. Mengusulkan sebagian besar cerukan dalam kawasan pabrik tua (yang berbahaya dan sulit diakses) untuk diisi dengan air sehingga menjadi atraksi tersendiri
    4. Menjadikan lahan parkir di samping gallery sebagai instalasi water treatment
    5. Mengusulkan beberapa fungsi spesifik seperti: community park, banquet hall, scuplture park, dan botanical garden.
    Meskipun menekankan upaya pada penataan alur air secara keseluruhan, namun rancangan penataan ulang yang dibuat Unit 2 secara khusus berkonsentrasi pada 3 area khusus: (1) lahan parkir di sebelah gallery, dan (2) batas selatan pabrik, yang terletak pada kontur terendah dari Indarung 1 (dan terletak pada ’tebing’), dan (3) dua buah slurry basin pada bagian ’gerbang’ pabrik. Rancangan ketiga area tersebut dimaksudkan sebagai atraksi kawasan dan juga ilustrasi pengembangan dari konsep prinsip unit ini.

    Unit 3: Suwardana Winata

    Unit 3 berkonsentrasi pada struktur pabrik tua sebagai museum ketimbang mengolah kawasan secara keseluruhan. Rancangan yang dikembangkan oleh unit ini adalah bagaimana pengunjung dapat menjelajah pabrik bersejarah ini sambil mendapatkan informasi yang sesuai (dan atraktif).
    Unit ini berupaya mengembangkan dan menghubungkan ruang-ruang yang ada di dalam struktur pabrik tua untuk digunakan kembali sebagai sirkulasi, cafe, restauran, atau ruang pamer. Keunggulan dari metode ini adalah dapat menghasilkan ruang-ruang yang unik, menarik dan tidak terduga.
    Secara keseluruhan Unit 3 mengusulkan untuk menutup keseluruhan struktur pabrik tua dengan struktur atap yang sama sekali baru dan kontras dengan struktur lama pabrik. Upaya ’membingkai’ ini untuk menampilkan keistimewaan pabrik tua secara visual.

    Unit 4: Widjaja Martokusumo

    Unit 4 juga menekankan pengembangan rancangan sirkulasi dan ruang pada sirkulasi (sebagai definisi museum) di dalam struktur pabrik tua. Unit 4 mengidentifikasi ruang pada struktur pabrik dapat dibagi menjadi 4 lapisan (layer) yang terpisah berdasarkan pencapaian dan tema yang disuguhkan. Sebagai catatan penting, museum semen ini direncanakan dapat diakses pengunjung baik siang hari maupun malam hari sehingga pengunjung mendapatkan pengalaman yang berbeda.
    Keempat lapisan yang dirancang menawarkan pengunjung untuk dapat: (1) mendapat informasi mengenai proses pembuatan semen pada level paling bawah, (2) dan menjelajah ruang-ruang di antara kiln, (3) yang diakses dari ruang teras terbuka sebagai lantai tempat pengunjung masuk (entry level), atau dapat langsung menuju (4) roof garden dan observation deck, yaitu pelataran terbuka di bagian atas pabrik yang digunakan sebagai taman maupun pelataran untuk melihat pemandangan.
    Selain itu, unit ini juga mengusulkan beberapa fasilitas/ lahan di luar kawasan inti (pabrik tua) untuk dijadikan area penunjang utama:
    Fasilitas kolam renang dan ’club house’ diusulkan untuk diaktifkan kembali, karena selain memiliki nilai historis, lebih mudah dan efisien bila kita hanya cukup memperbaiki fasilitas yang relatif sudah ada tersebut ketimbang merobohkan dan mendirikan fasilitas baru.
    Lahan terbuka di bagian utara kawasan pabrik tua diusulkan untuk dijadikan auditorium terbuka tempat berlangsungnya pertunjukkan kesenian maupun acara-acara lain. Di sebelah selatan dari fasilitas auditorium ini diusulkan untuk dijadikan taman, sebuah contemplation garden. Taman ini dirancang sebagai taman yang hening untuk beristirahat atau bermeditasi, tempat yang merupakan perkecualian di luar berbagai atraksi dan hiburan umum yang ada di kawasan ini.
    Lahan dan struktur tua di bagian paling selatan pabrik juga diusulkan dijadikan outdoor cafe dan restauran. Usul ini dilatarkan pada posisi pelataran terbuka di bagian ini yang memiliki pemandangan paling baik ke arah Padang dan area sekitar Indarung.

    Unit 5: Eko Prawoto

    Unit 5 menjajaki penugasan revitalisasi kawasan ini dengan mengambil pendekatan untuk memasukkan elemen-elemen alam dan keterlibatan dan aktivitas kriya (kerajinan) dari masyarakat setempat sebanyak mungkin pada pembangunan dan pengembangan kawasan ini. Maka dari itu, secara keseluruhan unit ini tidak menawarkan penataan kawasan ini secara ketat kecuali dalam soal cara bagaimana menghadirkan elemen baru/ perbaikan fisik pada kawasan pabrik tua ini.
    Unit ini berhasil menghadirkan banyak visualisasi bagaimana pelataran, akses, maupun bahan penutup/ pelapis dinding di tengah pabrik tua dapat dibuat dan dikembangkan dengan material bambu dengan teknik anyaman atau ikatan yang umum dilakukan masyarakat di Indarung atau Sumatera Barat.

    Unit 6: Suditya Sinha & Amritha Ballal

    Unit 6 melakukan pendekatan yang menyeluruh untuk dapat memberikan usulan besar bagi pengembangan kawasan pabrik tua ini. Unit ini bekerja keras untuk mendapatkan gambaran yang luas sehingga mampu menghasilkan ragam usulan program dan kemungkinan pengembangan masa depan kawasan ini.
    Empat jenis program dapat dikembangkan secara terpadu pada Indarung 1, terbagi menjadi kelompok kegiatan: (1) alam dan rekreasi/ nature and recreation (mencakup fasilitas: area bermain, cafe, penginapan, dan area pertunjukkan), (2) kebudayaan-kesenian/ culture and activation (mencakup fasilitas: penginapan, ruang pertemuan, dan studio/ bengkel kerja, (3) penelitian dan pendidikan/ research and education (mencakup fasilitas: ruang seminar, lounge, perpustakaan, laboratorium, ruang komputer), dan (4) sejarah dan ingatan/ history and memory (mencakup fasilitas: galeri peringatan, galeri sejarah, ruang pamer).
    Berangkat dari ragam program dan fasilitas yang mungkin dibutuhkan oleh pengembangan, unit ini melakukan inventarisasi dan kajian ruang yang sangat mendetail (mencakup parameter fisik, persepsi inderawi, pengalaman ingatan dan sejarah) untuk menemukan ruang-ruang yang ada di dalam kawasan pabrik berikut potensinya untuk dikembangkan mendukung program dan fasilitas yang akan ditentukan nanti. Maka dari itu, hasil penting dari usulan kelompok ini bukanlah merupakan sebuah masterplan yang kaku, namun berupa daftar ruang-ruang yang berada dalam kawasan pabrik serta daftar potensinya yang kaya. Daftar ini akan sangat berguna dalam menentukan keputusan pengembangan rencana fasilitas permanen maupun bagi perencanaan acara atau aktivitas temporer.

    Unit 7: Moulshri Joshi & Manoj Mathur

    Unit ini melakukan pendekatan perencanaan spesifik dari kaca mata anak-anak. Proses perencanaan melibatkan persepsi anak-anak penghuni permukiman di Indarung terhadap kawasan pabrik tua, dan memperkuat persepsi tersebut menjadi imajinasi pengembangan kawasan ini. Tujuannya adalah untuk mendapatkan sebuah kawasan yang ramah dan akomodatif bagi imajinasi dan keberadaan anak-anak.
    Program yang dibayangkan dalam skenario unit ini adalah berupa museum tentang proses pembuatan semen dan fasilitas pendidikan yang kaya informasi sekaligus menghibur bagi anak-anak. Tema-tema dikembangkan sejalan dengan ide yang didapat dari survei sehingga terhindar dari tema-tema yang didiktekan oleh orang-orang dewasa yang belum tentu jujur dan sesuai dengan aspirasi anak-anak.
    Perencanaan induk yang diusulkan unit ini mencakup pula akses, penentuan area dan program, fasilitas pendukung, dan perihal aksesibilitas bagi anak-anak dan penyandang cacat.

    Unit 8: Sangyun Lee

    Unit ini melakukan survei dan evaluasi terhadap kondisi dan situasi pabrik tua hingga menghasilkan sebuah daftar akan potensi ruang-ruang di dalam pabrik tersebut. Kajian ini serupa dengan unit 6 namun dengan penekanan pada karakter fisiknya sehingga betul-betul mendapatkan pemetaan yang kaya akan situasi dan kualitas fisik (dan visual) pada keseluruhan kawasan pabrik tua. Selain itu, unit ini juga melakukan survey yang amat mendetail mengenai tipe-tipe struktur/ bangunan dan tipe-tipe jalan (akses manusia) yang ada.
    Survei yang teliti dan kaya ini akhirnya menghasilkan usulan 5 jenis program yang ditempatkan di dalam ruang-ruang tersebut. Seluruh kawasan ini dianalogikan sebagaimana sebuah kebun binatang yang terdiri dari banyak wahana/ atraksi, yang dapat diganti-ganti sesuai dengan tema yang dikehendaki. Kelima program tersebut terdiri dari: (1) koleksi permanen jenis 1 (museum), (2) koleksi permanen jenis 2 (museum), (3) koleksi non permanen/ temporer (museum), (4) fasilitas statis (cafe, dek pemandangan), dan (5) fasilitas dinamis (jalur sepeda, jogging, sirkulasi, taman). Keseluruhan program tersebut dirangkai dalam sebuah jalur sirkulasi yang tidak linear, sehingga pengunjung dapat menikmati keseluruhan wahana/ atraksi tanpa diatur oleh alur sirkulasi seperti pada umumnya museum.

    Unit 9: Achmad Tardiyana

    Unit 9 mengusulkan untuk membagi kawasan pabrik tua menjadi 2 bagian: bagian inti dan bagian pendukung. Bagian inti merupakan bagian pabrik tua yang harus dipertahankan dan dikembangkan sebagai museum in-situ. Intervensi pembangunan yang dilakukan di bagian inti harus mendukung fungsinya sebagai museum; yaitu: mendukung sirkulasi pengunjung, mendukung komunikasi pada pengunjung dalam hal proses produksi semen dan informasi mengenai sejarah PT Semen Padang dan industri di Sumatera Barat. Otentisitas di bagian ini sebisa mungkin dipertahankan.

    Secara khusus unit ini mengusulkan sebuah konsep museum yang interaktif, yaitu dengan mengajak pengunjung museum ke alur proses pembuatan semen secara langsung. Konsekuensi dari konsep ini adalah menuntut fasilitas-fasilitas dan elemen-elemen pabrik bekas untuk dapat dilalui oleh pengunjung.

    Bagian pendukung adalah bangunan dan infrastruktur di luar bagian pabrik tua, seperti gudang, kantor, ruang terbuka, parker, dan berbagai fasilitas lain. Bagian ini dapat dikembangkan sebagai fasilitas rekreasi dan pendukung bagi bagian inti. Unit ini banyak menampilkan visualisasi pengembangan area bagian pendukung ini.

     
  • cungss 1:17 am on October 23, 2009 Permalink | Reply  

    mAAN’s collection for Padang

    Bank Central Asia
    Address: Dago, Bandung
    Account Number: 7770939989
    Account Holder Name: RENDI ADITYA
    International Banking Code:
    CENAIDJA

    Rendy Aditya
    aytidaydner@gmail.com

     
  • cungss 11:44 pm on October 5, 2009 Permalink | Reply  

    Dear all,

    Please noticed that the Bank Account for padang earthquake donation is ready, you can send your aid through Rendy Aditya’s bank account at 7770939989 Bank Central Asia Indonesia, starting from tomorrow October 6th 2009. And please be kind to send me a notification email after you had sent the aid to aytidaydner@gmail.com or just reply through this email.

    On behalf of our friends and people in padang, please accept my deepest gratitude for all the supports and cares. Thank you

    Rendy Aditya

     
  • cungss 2:12 pm on October 2, 2009 Permalink | Reply  

    dear all,

    at the moment, the only thing i can think about is to open a bank account for collecting aid from mAAN’s individuals and its extended network to help our friends in padang.

    i think it can be use to help our padang students and friends at the semen padang factory.

    please express your oppinion on the blog:
    padangcement.wordpress.com

    i will use the blog from now on for the updates and organizing initiatives for our padang friends.

    c

     
    • rendyaditya 2:43 am on October 3, 2009 Permalink | Reply

      dear all,

      FYI last night i managed to make a phone call to Nadya, one of the student of Bung Hatta University. And she told me that our padang students and friends from the workshop is in a fine condition. And i asked her to keep in touch, because there is no clear news about Mr. Eko yet. She also said that all telkomsel signal is not recovered yet (i’m not sure about internet) so we can contact them through XL and flexy phone.

      Ko cung, i would like to help the coordination with padang’s students (through nadya or others ) in creating a small team to distribute the aid once the bank account is ready. While waiting response from Mr. Eko,I think it’s the best way to do it, since they had a better data about the current situation. Please share your response.Thank you

      ren

  • cungss 7:42 am on July 8, 2009 Permalink | Reply  

    Press Release (Indonesian)

    mAAN Design Workshop: The Great Padang Cement Factory Revitalization
    27 Juni – 6 Juli 2009

    Workshop ini terwujud atas inisiatif dan kerjasama PT Semen Padang dengan modern Asian Architecture Network (mAAN).

    Dalam rangka memasuki tahun keseratus usia pabrik semen tertua di Indonesia (dan Asia Tenggara), PT Semen Padang mengajak mAAN untuk mengadakan sebuah workshop desain yang bertujuan untuk mengawali dan menggali upaya untuk melestarikan dan mengembangkan aset situs bersejarah Indarung 1.

    Workshop ini diadakan dari tanggal 27 Juni – 6 Juli 2009 yang melibatkan 128 orang dari berbagai negara (Indonesia, Malaysia, Korea, Jepang, Singapura, dan India). Peserta workshop terdiri dari 80 peserta (mahasiswa tingkat akhir, mahasiswa pasca sarjana maupun staf pengajar) yang dikirimkan dari 6 institusi terkemuka dalam negeri (Universitas Pelita Harapan Jakarta, Universitas Tarumanagara Jakarta, Universitas Brawijaya Malang, Institut Teknologi Bandung, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, dan Universitas Bung Hatta Padang), Korea (Yonsei University, Seoul, Korea), Jepang (University of Tokyo), India (School of Planning and Architecture, New Delhi, India), dan Malaysia (Taylor’s University College).

    Seluruh peserta bekerja, belajar, dan meneliti secara sangat intensif selama acara berlangsung dari pagi hingga malam hari dengan dipimpin oleh para “unit master” yang terdiri dari 11 arsitek profesional dan akademisi terkenal. Workshop ini juga melibatkan beberapa pembicara dari berbagai negara dengan beberapa keahlian, diantaranya: Jan af Geijerstam (seorang peneliti Sejarah Industri, Swedia), Mestika Zed (seorang sejarahwan senior Indonesia dan penulis sejarah semen Padang), Shin Muramatsu (professor dan pendiri jaringan mAAN, Tokyo), Johannes Widodo (professor dan anggota inti mAAN, Singapura), Ahn Changmo (professor dan anggota inti mAAN, Seoul) dan lain-lain.

    Pada tanggal 6 Juli 2009, workshop ini menghasilkan 9 proposal yang berbeda sesuai dengan pendekatan dan konsentrasi masing-masing “unit master”. Para “unit master” tersebut adalah; Adi Purnomo (Indonesia), Eko Prawoto (Indonesia), Achmad Tardiyana (Indonesia), Widjaja Martokusumo (Indonesia), Amritha Ballal (India), Moulshri Joshi (India), Suditya Sinha (India), Manoj Mathur (India), Tsuto Sakamoto (Jepang/ Singapura), Suwardana Winata (Indonesia), Lee Sangyun (Korea).

    Proposal ini merupakan usulan-usulan yang berharga bagi Panitia Revitalisasi Indarung 1 yang segera akan dibentuk. Workshop ini tidak secara definitif menentukan sebuah proposal rancangan, namun lebih pada menentukkan dasar-dasar pengembangan situs bersejarah ini. Selanjutnya Panitia Revitalisasi Indarung 1 akan bekerja merumuskan usulan-usulan ini menjadi sebuah perencanaan tahunan untuk lima tahun ke depan. Panitia Revitalisasi Indarung 1 terdiri dari beberapa direksi PT Semen Padang, beberapa anggota mAAN, dan aktivis pelestarian/ sejarahwan.

    Hal ini dilakukan karena disadari bahwa mengembangkan sebuah kawasan bersejarah dan museum yang bermutu baik adalah sesuatu yang harus berkelanjutan dan juga berdimensi fisik maupun sosial yang sangat luas. Workshop ini berfungsi untuk meletakkan dasar-dasar yang baik dan professional serta transparan dan juga mengkaitkan usaha ini dengan berbagai badan ataupun individu yang relevan dari berbagai penjuru dunia.

    Untuk lima tahun ke depan, Panitia Revitalisasi Indarung 1 akan menentukan berbagai target dan membantu manajemen PT Semen Padang dalam menentukan berbagai strategi dan langkah yang diambil dalam rangka pelestarian dan pengembangan pabrik bersejarah Indarung 1. Termasuk dalam merumuskan referensi/ panduan pengembangan, membantu menentukan kriteria tender maupun kompetisi, dan turut mengawasi proses pengembangan.

     
  • cungss 2:48 am on July 8, 2009 Permalink | Reply  

    bisnis indonesia 

    http://web.bisnis.com/sektor-riil/manufaktur/1id126606.html

     
  • cungss 4:02 am on July 7, 2009 Permalink | Reply  

    thanks for everyone involved in this workshop. i’m sorry if there’s hick ups and misunderstandings during the event. i’m very honored to have you with us.

     
    • Johannes Widodo 12:50 pm on July 7, 2009 Permalink | Reply

      Thank you to PT Semen Padang, workshop organizer, and everyone. This Padang workshop is really one of the best mAAN workshops ever had.

  • cungss 3:49 am on July 7, 2009 Permalink | Reply  

    7 July 2009 10:45am after 3/4 of all participants/ speakers/ unit masters went back to the aiport

    exhausted
    daily activities awaited
    follow-up agendas awaited

    message for all:
    stay informed in:
    padangcement.wordpress.com
    facebook
    padangworkshop@yahoogroups.com

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.